Selasa, 30 Januari 2024

  

 

“LAPORAN BEST PRACTICE”

 

MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE  STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK) TERKAIT PENGALAMAN MENGATASI PERMASALAHAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN

 

 


 

“JUDUL BEST PRACTICE”

MENERAPKAN INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT BASED LEARNING) PADA MATERI PELUANG KEJADIAN MAJEMUK UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X FASE E1 SMA NEGERI 7 TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI TAHUN AJARAN 2023-2024

 

 


 

 

DISUSUN OLEH : LIAWATI

 Nomor PPG. 201500812100

NIM. 2398013656

 

 

 

 

MAHASISWA PPG DALAM JABATAN GELOMBANG 3 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TAHUN 2023

 

 

 

1.     JUDUL

“Menerapkan Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Pada Materi Peluang Kejadian Majemuk Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Kelas X Fase E1 Sma Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024”

 

2.     PENDAHULUAN

a.   Latar Belakang Masalah (Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut, siapa saja yang terlibat)

Peserta didik merasa kurang tertarik atau tidak menyukai materi matematika tertentu dan kesulitan dalam melihat relevansi atau aplikasi praktis dari konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari dapat mengurangi motivasi. Beberapa Peserta didik merasa takut atau kurang percaya diri terkait dengan kemampuan mereka dalam memahami dan menyelesaikan masalah matematika dan Kegagalan sebelumnya. Peserta didik juga mengalami kesulitan melihat hubungan antara matematika dengan minat mereka atau pilihan karir masa depan. Peserta didik pada kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024 juga mengalami kurangnya motivasi belajar terutama pada materi peluang kejadian majemuk.

Model pembelajaran PjBL (Project Bassed Learning) dapat menjadi solusi untuk meningkatkan motivasi karena menghadirkan proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan motivasi, minat dan semangat belajar Peserta didik. Metode pembelajaran konvensional mungkin kurang efektif dalam menggugah keterlibatan peserta didik. Dengan menerapkan PjBL, diharapkan peserta didik lebih aktif terlibat dalam pembelajaran, karena mereka terlibat langsung dalam menyelesaikan proyek dan menemukan solusi untuk masalah yang dihadapi. PjBL memungkinkan integrasi materi pelajaran dengan dunia nyata. Namun, mungkin ada kesenjangan antara materi yang diajarkan dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Menerapkan PjBL pada materi peluang kejadian majemuk dapat membantu memperjelas relevansi materi tersebut dalam konteks kehidupan nyata. PjBL dapat membantu peserta didik mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti keterampilan kolaborasi, pemecahan masalah, dan kreativitas. Hal ini penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan dan menjadi individu yang lebih berdaya. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, penerapan PjBL perlu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Latar belakang masalah mungkin termasuk penyelarasan antara penerapan PBL dengan kompetensi dan indikator yang diharapkan dari kurikulum. Penting untuk memastikan bahwa guru memiliki pemahaman dan kesiapan yang cukup terkait dengan penggunaan PjBL. Mungkin ada kendala dalam hal pengetahuan atau pengalaman guru terkait implementasi PBL, sehingga pelatihan dan dukungan diperlukan. Proses evaluasi pada pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi tantangan tersendiri. Perlu diakui bahwa evaluasi harus mencakup aspek pembelajaran dan pencapaian kompetensi peserta didik.

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam jabatan (Daljab) melibatkan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan persiapan menjadi guru profesional. Dalam konteks latar belakang masalah menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) pada materi peluang kejadian majemuk di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi, Saya sebagai mahasiswa PPG Daljab memiliki peran dan tanggung jawab yang penting.

Saya sebagai Mahasiswa PPG Daljab diharapkan untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran, baik sebagai peserta didik maupun sebagai calon guru. Mereka perlu menunjukkan ketertarikan dan motivasi tinggi terhadap metode pembelajaran berbasis proyek. Saya dapat berperan dalam merancang dan mengembangkan proyek pembelajaran yang relevan dengan materi peluang kejadian majemuk. Saya juga perlu memahami tujuan pembelajaran, kompetensi yang ingin dicapai, serta merancang proyek yang menantang dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain sebagai peserta pembelajaran, Saya  juga dapat berperan sebagai pendamping atau fasilitator bagi peserta didik kelas X fase E1. Saya dapat memberikan bimbingan dan dukungan selama proses pengerjaan proyek, membantu peserta didik memahami konsep peluang kejadian majemuk serta memiliki tanggung jawab untuk mengikuti dan mengevaluasi hasil pembelajaran peserta didik. Saya juga memberikan umpan balik konstruktif terhadap proyek yang dilakukan, serta membantu peserta didik memahami konsep secara mendalam.

Saya sebagai Mahasiswa PPG Daljab perlu menjalin kerjasama yang baik dengan Para Dosen Pembimbing, Guru Pamong, Peserta PPG,  Kepala Sekolah dan Rekan Pendidik lainnya di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur. Saya dapat berdiskusi, bertukar ide, dan berkolaborasi untuk memastikan bahwa implementasi PjBL sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebijakan sekolah.

Dalam proses pembelajaran, Saya sebagai mahasiswa PPG Daljab juga memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan sebagai seorang guru, termasuk keterampilan presentasi, manajemen kelas, dan komunikasi efektif, Saya juga perlu melakukan refleksi terhadap pengalaman pembelajaran ini. Mereka dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dari penerapan PjBL pada materi peluang kejadian majemuk, serta merencanakan langkah-langkah pengembangan diri sebagai seorang Pendidik . Dengan peran dan tanggung jawab yang jelas, Saya sebagai mahasiswa PPG Daljab diharapkan dapat memberikan kontribusi  yang positif dalam menerapkan Inovasi Pembelajaran dengan mengunakan Model Pembelajaran PjBL untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

 

b.   Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024, dapat dirumuskan sebagai berikut:

1)      Bagaimana tingkat motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024 sebelum menerapkan pembelajaran berbasis proyek?

2)      Langkah-langkah apa yang dilakukan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

3)      Apa Saja tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

4)      Bagaimana strategi yang dilakukan mengatasi tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

5)      Bagaimana proses dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

6)      Apa saja sumber daya/materi yang diperlukan dalam melaksanakan strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

7)      Bagaimana dampak dari aksi terhadap langkah-langkah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

8)      Apakah hasil dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

9)      Bagaimana respon siswa terkait strategi yang menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

10)   Apa yang menjadi faktor keberhasilan/ketidakberhasilan dari strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi?

 

c.    Tujuan

Tujuan dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024, dapat dirumuskan sebagai berikut:

1)      Untuk mengetahui bagaimana tingkat motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024 sebelum menerapkan pembelajaran berbasis proyek.

2)      Untuk mengetahui langkah-langkah apa yang dilakukan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

3)      Untuk mengetahui apa Saja tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

4)      Untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan mengatasi tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

5)      Untuk mengetahui strategi apa yang digunakan dalam menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

6)      Untuk mengetahui bagaimana proses dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

7)      Untuk mengetahui apa saja sumber daya/materi yang diperlukan dalam melaksanakan strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

8)      Untuk mengetahui bagaimana dampak dari aksi terhadap langkah-langkah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

9)      Untuk mengetahui apakah hasil dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

10)   Untuk mengetahui bagaimana respon siswa terkait strategi yang menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

11)   Untuk mengetahui apa yang menjadi faktor keberhasilan/ketidakberhasilan dari strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

 

 

 

3.     PEMBAHASAN

 

1.       Bagaimana tingkat motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024 sebelum menerapkan pembelajaran berbasis proyek.

Peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi Tahun Ajaran 2023-2024 memiliki Motivasi belajar yang kurang terhadap mata pelajaran Matematika hal ini di sebabkan oleh Peserta didik merasa kurang tertarik atau tidak menyukai materi matematika tertentu dan kesulitan dalam melihat relevansi atau aplikasi praktis dari konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari dapat mengurangi motivasi. Beberapa Peserta didik merasa takut atau kurang percaya diri terkait dengan kemampuan mereka dalam memahami dan menyelesaikan masalah matematika dan Kegagalan sebelumnya. Peserta didik juga mengalami kesulitan melihat hubungan antara matematika dengan minat mereka atau pilihan karir masa depan

 

2.       Langkah-langkah apa yang dilakukan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi:

a)     Analisis Kebutuhan peserta didik

melakukan analisis kebutuhan pembelajaran dengan mengidentifikasi tingkat pemahaman, minat, dan motivasi belajar peserta didik terkait materi peluang kejadian majemuk.

b)     Perencanaan Pembelajaran Berbasis Proyek:

Rancang proyek pembelajaran yang relevan dengan materi peluang kejadian majemuk. Memastika proyek tersebut dapat memotivasi peserta didik dan mengaitkan konsep teoritis dengan aplikasi praktis.

c)     Penetapan Tujuan Pembelajaran:

Tentukan tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur. Fokuskan tujuan tersebut pada peningkatan pemahaman konsep peluang kejadian majemuk dan peningkatan motivasi belajar peserta didik.

d)     Pembentukan Kelompok atau Tim

Membentuk kelompok atau tim kerja untuk melibatkan peserta didik dalam proyek. Komposisi kelompok mendukung kerja sama dan saling melengkapi.

e)     Pendekatan Instruksional yang Interaktif

Menggunakan pendekatan instruksional yang interaktif dan mendukung pembelajaran aktif. Memberikan penjelasan singkat tentang konsep peluang kejadian majemuk dan dorong peserta didik untuk melakukan eksplorasi mandiri.

f)      Sumber Belajar yang Beragam

Menyediakan sumber belajar yang beragam, termasuk buku teks, materi online, video pembelajaran, dan sumber daya lainnya yang dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep dan menyelesaikan proyek.

g)     Panduan dan Bimbingan Pendidik

Berikan panduan dan bimbingan kepada peserta didik. pendidik berperan sebagai fasilitator, memberikan arahan, dan memberikan dukungan saat peserta didik menghadapi tantangan dalam proyek.

h)     Pemantauan dan Evaluasi Proses:

Melakukan pemantauan terhadap progres setiap kelompok atau individu dalam mengerjakan proyek. Memberikan umpan balik konstruktif dan dorong perbaikan terus-menerus.

i)      Presentasi dan Diskusi Hasil Proyek:

Menyelenggarakan sesi presentasi dan diskusi hasil proyek yang melibatkan penyajian hasil proyek oleh setiap kelompok dan diskusi antar peserta didik untuk saling berbagi pengetahuan.

j)      Refleksi dan Pembelajaran Mandiri

Mendorong peserta didik untuk merefleksikan proses pembelajaran dan hasil proyek. Memberikan ruang bagi mereka untuk mengevaluasi keterampilan yang diperoleh dan cara penerapan konsep dalam proyek.

k)     Pemantauan Pasca-Proyek

Melakukan pemantauan pasca-proyek untuk menilai dampak jangka panjang dari pembelajaran berbasis proyek terhadap motivasi dan pemahaman peserta didik.

l)      Perbaikan dan Pengembangan:

Mengunakan pengalaman dari implementasi ini untuk terus memperbaiki dan mengembangkan strategi pembelajaran berbasis proyek di masa mendatang.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan penerapan inovasi pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan efektif bagi peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur.

 

3.       Apa Saja tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk dapat menghadapi beberapa tantangan, terutama di konteks spesifik Peserta Didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi:

a)     Perencanaan yang Intensif

Desain dan perencanaan proyek PjBL memerlukan waktu yang intensif. Saya harus merancang proyek yang menantang dan relevan, memilih sumber daya yang sesuai, dan merencanakan langkah-langkah pembelajaran yang memungkinkan pencapaian tujuan.

 

 

b)     Manajemen Waktu

PjBL dapat membutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Menyesuaikan jadwal pembelajaran untuk memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk menjalankan proyek dapat menjadi tantangan, terutama dalam kerangka kurikulum yang ketat.

c)     Keterlibatan Peserta didik yang Tidak Merata

Ada kemungkinan bahwa beberapa Peserta didik mungkin tidak terlibat sepenuhnya dalam project. Keterlibatan yang tidak merata dapat mempengaruhi hasil keseluruhan project dan memerlukan pendekatan diferensiasi untuk mendukung semua Peserta didik.

d)     Manajemen Kelompok

Kerja kelompok adalah unsur penting dalam PjBL. Pendidik perlu mengelola dinamika kelompok, mengatasi konflik interpersonal, dan memastikan bahwa semua anggota kelompok berkontribusi secara positif.

e)     Keterampilan Fasilitasi

Pendidik perlu memiliki keterampilan fasilitasi yang kuat untuk mendukung Peserta didik dalam menjalankan project. Ini melibatkan kemampuan untuk memberikan bimbingan tanpa terlalu banyak mengarahkan, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.

f)      Evaluasi dan Penilaian Kompleks

Penilaian proyek PjBL dapat menjadi kompleks karena melibatkan berbagai aspek, termasuk pemahaman konsep, keterampilan proses, dan hasil akhir project. Pendidik perlu merancang alat evaluasi yang sesuai dan memerlukan waktu untuk menilai dengan cermat.

g)     Akses ke Sumber Daya:

Implementasi PjBL yang sukses mungkin memerlukan akses ke sumber daya tambahan, seperti teknologi, materi pembelajaran, atau kunjungan lapangan. Pendidik perlu memastikan bahwa Peserta didik memiliki akses yang sama terhadap sumber daya ini.

h)     Resistensi dari Siswa atau Orang Tua

Beberapa Peserta didik atau bahkan orang tua mungkin resisten terhadap perubahan dari metode pembelajaran tradisional ke PjBL. Pendidik perlu berkomunikasi secara efektif untuk menjelaskan manfaatnya dan membangun dukungan.

i)      Pengembangan Keterampilan Pendidik

Pendidik mungkin perlu mengembangkan keterampilan baru dalam mendesain dan mengelola pembelajaran PjBL. Pelatihan dan dukungan profesional dapat diperlukan untuk membantu pendidik dalam mengatasi tantangan ini.

j)      Evaluasi Dampak dan Efektivitas

Pendidik perlu dapat mengevaluasi dampak dan efektivitas PBL dalam mencapai tujuan pembelajaran. Ini melibatkan analisis mendalam terhadap pencapaian siswa, keterlibatan mereka, dan bagaimana metode ini mempersiapkan mereka untuk tantangan di dunia nyata.

Memahami dan mengatasi tantangan-tantangan ini dengan cermat akan membantu memastikan keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis proyek dan peningkatan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

 

4.       Bagaimana strategi yang dilakukan mengatasi tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar Peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Untuk mengatasi tantangan menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas X Fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, berikut adalah beberapa strategi yang dipertimbangkan:

a)     Pelatihan dan Pengembangan Profesional baik secara mandiri ataupun kelompok

Memberikan pelatihan intensif kepada pendidik tentang desain dan implementasi PjBL. Pelatihan ini dapat mencakup strategi perencanaan project, manajemen waktu, keterampilan fasilitasi, dan evaluasi yang terkait dengan PjBL.

b)     Mentoring dan Kolaborasi:

Menyediakan dukungan mentoring oleh pendidik yang sudah berpengalaman dalam PjBL atau kolaborasi antarpendidik untuk berbagi pengalaman dan strategi yang berhasil. Ini dapat membantu mengatasi ketidakpastian dan memberikan panduan praktis.

c)     Rancangan Proyek yang Terstruktur

Merancang project-project yang terstruktur dan terukur. Menyusun pedoman project yang jelas, menguraikan langkah-langkah, dan menyediakan batasan waktu dapat membantu mengelola proyek dengan lebih efektif.

d)     Penilaian yang Dapat Diukur

Mengembangkan alat evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan proyek PjBL. Penilaian dapat mencakup berbagai aspek, termasuk pemahaman konsep, keterampilan proses, dan hasil akhir project, sehingga memberikan gambaran penilaian holistik.

e)     Manajemen Kelas yang Efektif

Menguasai keterampilan manajemen kelas yang efektif, terutama dalam konteks PjBL yang melibatkan kerja kelompok. Membangun aturan yang jelas, memfasilitasi komunikasi, dan menangani konflik secara proaktif dapat membantu menciptakan lingkungan yang kondusif.

f)      Adaptabilitas dan Fleksibilitas

Menjadi fleksibel dan adaptatif terhadap perubahan. PjBL dapat melibatkan dinamika yang berubah-ubah, dan pendidik perlu mampu menyesuaikan perencanaan dan strategi sesuai dengan kebutuhan dan dinamika kelas.

g)     Dukungan Administratif

Mendapatkan dukungan penuh dari pihak administratif dan kepala sekolah. Dukungan ini dapat mencakup alokasi sumber daya, penjadwalan yang memadai, dan pengakuan terhadap upaya Saya dalam menerapkan inovasi pembelajaran.

h)     Keterlibatan Orang Tua

Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran PBL. Menjelaskan tujuan pembelajaran, manfaat PBL, dan bagaimana orang tua dapat mendukung pembelajaran anak mereka di rumah dapat menciptakan dukungan tambahan.

i)      Penggunaan Teknologi dan Sumber Daya Digital

Memanfaatkan teknologi dan sumber daya digital untuk mendukung pembelajaran PjBL. Platform pembelajaran daring, alat kolaborasi, dan sumber daya digital dapat memudahkan pengelolaan dan pelaksanaan project.

j)      Evaluasi Berkala dan Refleksi

Melakukan evaluasi berkala terhadap implementasi PjBL dan melibatkan refleksi bersama antara pendidik. Mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan berbagi pengalaman sukses dapat membantu perbaikan berkelanjutan.

k)     Pemberdayaan Peserta didik

Mendorong partisipasi aktif dan pemberdayaan Peserta didik dalam merancang project. Mengintegrasikan umpan balik Peserta didik dan memfasilitasi pertemuan reflektif dapat meningkatkan tanggapan positif siswa terhadap pembelajaran PjBL.

Dengan mengimplementasikan strategi ini, diharapkan dapat mengatasi beberapa tantangan yang mungkin muncul selama menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek dan mencapai tujuan meningkatkan motivasi belajar di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

 

5.       Bagaimana proses dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Berikut adalah proses Langkah demi langkah yang diikuti dalam menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi:

a)     Analisis Kebutuhan

Identifikasi kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta pemahaman awal mereka terkait materi peluang kejadian majemuk. Mengunakan data ini untuk merancang proyek yang sesuai dengan tingkat pemahaman dan minat peserta didik.

b)     Perencanaan Pembelajaran

Merancang rencana pembelajaran yang mencakup pengenalan materi, tujuan pembelajaran, proyek yang akan dilakukan, alokasi waktu, dan kriteria penilaian. Pastikan rencana ini sesuai dengan kurikulum resmi dan pedoman pembelajaran.

c)     Pengantar Materi

Melakukan pengantar materi peluang kejadian majemuk secara singkat dan menyeluruh. Mejelaskan konsep dasar, tujuan pembelajaran, dan hubungan antara materi dengan kehidupan sehari-hari.

d)     Pemahaman Awal Peserta Didik:

Melakukan aktivitas untuk mengukur pemahaman awal peserta didik terkait materi. Hal ini dapat melibatkan kuis pendahuluan, diskusi kelompok, atau tugas ringan untuk mengevaluasi pemahaman mereka.

e)     Pengenalan Proyek:

Menjelaskan proyek pembelajaran berbasis proyek yang akan dilakukan. Menyampaikan tujuan proyek, langkah-langkah pelaksanaan, dan hasil yang diharapkan. Memastikan peserta didik memahami keterkaitan proyek dengan materi peluang kejadian majemuk.

f)      Pembentukan Kelompok:

Membentuk kelompok atau tim kerja dengan komposisi yang seimbang. Memberikan arahan tentang peran dan tanggung jawab masing-masing anggota kelompok. Memastikan kelompok dapat bekerja sama secara efektif.

g)     Pembimbingan Guru

Memberikan bimbingan kepada peserta didik dan jadikan guru sebagai fasilitator. Memberikan arahan saat diperlukan, tetapi dorong peserta didik untuk mengambil inisiatif dan tanggung jawab dalam mengerjakan proyek.

h)     Pelaksanaan Proyek

Membiarkan peserta didik mengerjakan proyek mereka dengan panduan yang telah diberikan. Memastikan mereka menerapkan konsep peluang kejadian majemuk secara nyata dalam proyek mereka. Memantau perkembangan proyek secara berkala.

i)      Sesi Pembimbingan dan Umpan Balik

Menyelenggarakan sesi pembimbingan dan umpan balik secara teratur. Mengunakan kesempatan ini untuk memberikan umpan balik konstruktif, membantu peserta didik mengatasi kendala, dan memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

j)      Presentasi Hasil Proyek:

Menyelenggarakan sesi presentasi hasil proyek di hadapan kelas atau kelompok peserta didik. Ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbagi pengetahuan dan pemahaman mereka, serta membangun keterampilan presentasi.

k)     Diskusi dan Refleksi:

Menyelenggarakan sesi diskusi dan refleksi bersama setelah presentasi. Ajak peserta didik untuk membagikan pengalaman, hambatan yang dihadapi, serta pembelajaran yang diperoleh selama proses proyek.

l)      Penilaian dan Evaluasi:

Melakukan penilaian terhadap proyek dan hasil presentasi sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Berikan umpan balik yang konstruktif dan pastikan peserta didik memahami aspek-aspek yang perlu ditingkatkan.

m)   Umpan Balik Individu dan Kelompok:

Memberikan umpan balik individu kepada peserta didik dan kelompok, melibatkan mereka dalam proses evaluasi. Mendiskusikan kemajuan mereka, keterampilan yang ditingkatkan, dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk pengembangan selanjutnya.

n)     Refleksi Akhir dan Pembelajaran Mandiri:

Menyelenggarakan sesi refleksi akhir yang melibatkan peserta didik untuk merenungkan pembelajaran mereka secara keseluruhan. Mendorong mereka untuk mengidentifikasi keterampilan baru yang diperoleh dan cara penerapan konsep peluang kejadian majemuk dalam kehidupan sehari-hari.

o)     Evaluasi Keseluruhan:

Evaluasi keseluruhan proses pembelajaran berbasis proyek, identifikasi keberhasilan, kendala yang dihadapi, dan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan. Mengunakan pengalaman ini untuk meningkatkan implementasi pembelajaran berbasis proyek di masa mendatang.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan proses menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan meningkatkan motivasi belajar di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

 

6.       Apa saja sumber daya/materi yang diperlukan dalam melaksanakan strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Dalam melaksanakan strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, berikut adalah beberapa sumber daya dan materi yang diperlukan:

a)     Buku Teks dan Materi Pembelajaran

Menyediakan buku teks yang relevan dengan materi peluang kejadian majemuk. Selain itu, persiapkan materi pembelajaran seperti presentasi, catatan pelajaran, dan sumber daya lain yang mendukung pemahaman konsep.

b)     Sumber Daya Teknologi

Memastikan akses ke perangkat teknologi seperti komputer, laptop, atau tablet untuk penelitian online, pembuatan presentasi, dan akses ke sumber daya digital terkait. Platform pembelajaran daring juga dapat digunakan jika memungkinkan.

c)     Alat Tulis dan Bahan Kerja

Menyediakan alat tulis, kertas, dan bahan kerja lainnya yang diperlukan untuk kegiatan penelitian, perencanaan proyek, dan pembuatan laporan.

d)     Proyek Model atau Contoh

Meyiapkan contoh proyek atau model pembelajaran berbasis proyek terkait peluang kejadian majemuk. Ini dapat membantu peserta didik memahami format dan tujuan dari proyek yang akan mereka kerjakan.

 

e)     Sumber Daya Perpustakaan

Memastikan akses ke perpustakaan atau sumber daya pembelajaran tambahan. Buku, jurnal, dan materi referensi lainnya dapat memberikan informasi yang mendalam terkait peluang kejadian majemuk.

f)      Perangkat Lunak atau Aplikasi Pendukung

Mengunakan perangkat lunak atau aplikasi yang mendukung pembelajaran berbasis proyek, seperti perangkat lunak pengolah kata, spreadsheet, dan aplikasi presentasi. Ini dapat membantu peserta didik dalam mengorganisir dan menyajikan hasil proyek.

g)     Bahan-Bahan Proyek

Menyesuaikan dengan jenis proyek yang akan dilakukan. Bahan-bahan proyek ini mungkin termasuk kertas karton, lem, alat tulis, perangkat lunak desain grafis (jika diperlukan), atau bahan lain yang diperlukan untuk implementasi proyek fisik atau digital.

h)     Akses ke Internet:

Memastikan peserta didik memiliki akses yang memadai ke internet untuk penelitian online, akses ke sumber daya digital, dan berkomunikasi dengan tim proyek jika diperlukan.

i)      Ruang Kelas yang Fleksibel:

Menyediakan ruang kelas yang dapat diatur ulang untuk mendukung kegiatan kelompok dan proyek. Ruang kelas yang fleksibel memungkinkan peserta didik bekerja dalam kelompok, berkolaborasi, dan berpindah antar stasiun kerja.

j)      Sumber Daya Manusia

Melibatkan dukungan guru, staf sekolah, dan ahli dalam pelaksanaan proyek. Sumber daya manusia dapat memberikan panduan, bimbingan, dan wawasan tambahan.

k)     Dukungan dan Keterlibatan Orang Tua:

Menginformasikan dan melibatkan orang tua dalam proyek pembelajaran. Minta dukungan mereka dan jelaskan nilai tambah dari strategi pembelajaran berbasis proyek terkait peluang kejadian majemuk.

l)      Papan Tulis atau Alat Presentasi:

Menyediakan alat-alat presentasi seperti papan tulis, proyektor, atau perangkat lain yang diperlukan untuk menyampaikan informasi dan hasil proyek secara efektif.

m)   Evaluasi dan Formatif Feedback:

Merancang instrumen evaluasi dan formatif feedback yang sesuai dengan proyek tersebut. Ini dapat mencakup rubrik penilaian, pertanyaan formatif, dan metode evaluasi lainnya.

Dengan mempersiapkan sumber daya ini, diharapkan implementasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk dapat berjalan dengan lancar dan efektif, serta dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

 

7.       Bagaimana dampak dari aksi terhadap langkah-langkah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Dampak dari aksi terhadap langkah-langkah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk di peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dapat melibatkan berbagai aspek positif yang berkontribusi pada peningkatan motivasi belajar dan hasil pembelajaran. Beberapa dampak yang terjadi adalah:

a)     Peningkatan Motivasi Belajar

Aksi menerapkan pembelajaran berbasis proyek yang menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik dapat memicu peningkatan motivasi belajar. Proyek yang nyata dan bermakna memberikan konteks yang lebih menarik dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

b)     Pemahaman Konsep yang Lebih Mendalam

Pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan pemahaman konsep yang lebih mendalam karena peserta didik berinteraksi langsung dengan materi peluang kejadian majemuk melalui penerapan dalam proyek-proyek yang mereka rancang dan kerjakan. Hal ini dapat meningkatkan retensi informasi dan pemahaman konsep.

c)     Pengembangan Keterampilan Praktis

Peserta didik dapat mengembangkan keterampilan praktis seperti keterampilan pemecahan masalah, pemikiran kreatif, komunikasi, dan kerja tim melalui proses mengerjakan proyek. Hal ini dapat memberikan bekal keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dan karir masa depan.

d)     Keterlibatan dan Partisipasi yang Aktif

Melalui proyek-proyek yang menarik, peserta didik dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Mereka lebih cenderung berpartisipasi, bertanya, dan berkolaborasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan interaksi antarpeserta didik dan dengan Pendidik.

e)     Pengalaman Belajar yang Berkesan

Pembelajaran berbasis proyek menciptakan pengalaman belajar yang berkesan. Peserta didik tidak hanya belajar dari buku teks, tetapi juga melalui pengalaman praktis, pengamatan, dan interaksi langsung dengan materi pelajaran. Ini dapat meningkatkan daya ingat dan pengertian mereka.

f)      Peningkatan Kemandirian Belajar

Pembelajaran berbasis proyek mendorong kemandirian belajar karena peserta didik diharapkan untuk mengambil inisiatif dalam merancang dan mengeksekusi proyek mereka sendiri. Hal ini dapat mengembangkan rasa tanggung jawab dan kemandirian belajar.

g)     Mendorong Kreativitas dan Inovasi

Peserta didik diberi kebebasan untuk mengeksplorasi ide kreatif dan inovatif dalam proyek-proyek mereka. Ini dapat merangsang kreativitas mereka, meningkatkan kemampuan problem-solving, dan memberikan pengalaman berpikir kritis.

h)     Pemberdayaan Siswa

Pembelajaran berbasis proyek memberdayakan peserta didik untuk memiliki peran aktif dalam proses pembelajaran. Mereka merasa memiliki proyek yang mereka rancang, dan hasilnya memiliki dampak langsung pada pengalaman belajar mereka.

i)      Relevansi dengan Kehidupan Nyata

Proyek-proyek yang berfokus pada peluang kejadian majemuk dapat memberikan relevansi langsung dengan kehidupan nyata peserta didik. Ini membantu mereka melihat keterkaitan antara materi pembelajaran dan situasi dunia nyata.

j)      Peningkatan Kolaborasi dan Keterampilan Sosial

Melalui kerja kelompok dalam proyek, peserta didik dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan keterampilan sosial. Mereka belajar berkomunikasi, berbagi ide, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

k)     Pembelajaran Berkelanjutan

Pengalaman positif dari pembelajaran berbasis proyek dapat menciptakan minat dan kebiasaan belajar yang berkelanjutan. Peserta didik mungkin lebih cenderung untuk terus belajar dengan cara yang aktif dan kreatif.

l)      Penghargaan dari Pihak Sekolah dan Orang Tua

Keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan penghargaan dari pihak sekolah dan orang tua. Pengakuan atas prestasi peserta didik dalam proyek dapat memotivasi mereka lebih lanjut.

Langkah-langkah ini secara bersama-sama dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang stimulatif dan mendukung di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan hasil pembelajaran mereka secara keseluruhan.

 

8.       Apakah hasil dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

PjBL Sebagai model pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam proyek-proyek yang relevan, menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk di kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dapat menghasilkan berbagai dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik. Namun, hasil yang spesifik dapat bervariasi tergantung pada implementasi dan konteks masing-masing sekolah. Beberapa hasil yang dicapai melalui implementasi pembelajaran berbasis proyek tersebut termasuk:

a)     Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan

Peserta didik menunjukkan peningkatan motivasi karena mereka terlibat secara aktif dalam proyek-proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Keterlibatan yang lebih besar dapat mendorong mereka untuk lebih antusias dalam belajar.

b)     Pemahaman Konsep yang Lebih Baik

Dengan terlibat dalam proyek-proyek yang menerapkan konsep peluang kejadian majemuk, peserta didik dapat mengembangkan pemahaman konsep yang lebih baik. Penerapan konsep dalam konteks nyata dapat meningkatkan retensi dan pemahaman mereka.

c)     Pengembangan Keterampilan Praktis

Peserta didik dapat mengembangkan keterampilan praktis seperti pemecahan masalah, pemikiran kreatif, dan keterampilan sosial melalui kerja aktif dalam proyek-proyek. Ini dapat membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat dalam berbagai konteks.

d)     Peningkatan Keterampilan Kolaborasi

Melalui kerja kelompok dalam proyek, peserta didik dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan bekerja sama. Mereka belajar berkomunikasi, bernegosiasi, dan menghargai kontribusi dari anggota kelompok lainnya.

e)     Peningkatan Kemandirian Belajar

Pembelajaran berbasis proyek mendorong kemandirian belajar karena peserta didik memiliki tanggung jawab dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek mereka sendiri. Hal ini dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan belajar mandiri.

f)      Peningkatan Kreativitas dan Inovasi

Dengan memberikan kebebasan untuk mengeksplorasi ide dan solusi kreatif dalam proyek, peserta didik dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi mereka. Mereka belajar berpikir lebih luas dan melibatkan imajinasi dalam pemecahan masalah.

g)     Peningkatan Keterhubungan dengan Dunia Nyata

Proyek-proyek yang berbasis pada kehidupan nyata dapat membantu peserta didik mengenali relevansi materi pelajaran dengan dunia nyata. Hal ini memberikan makna yang lebih besar pada pembelajaran mereka.

h)     Pengalaman Belajar yang Berkesan

Melalui pengalaman praktis dalam proyek-proyek, peserta didik dapat mengalami pengalaman belajar yang berkesan. Ini dapat menciptakan ingatan positif terkait materi pelajaran dan proses pembelajaran.

i)      Peningkatan Rasa Pemahaman Diri dan Pencapaian

Dengan memiliki tanggung jawab terhadap proyek mereka sendiri, peserta didik dapat mengembangkan rasa pemahaman diri dan rasa pencapaian. Ini meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam kemampuan belajar.

j)      Penerimaan Positif dari Peserta Didik

Peserta didik mungkin memberikan respons positif terhadap pembelajaran berbasis proyek, menyatakan kepuasan dan antusiasme mereka terhadap metode pembelajaran yang lebih dinamis dan praktis.

k)     Peningkatan Penilaian Hasil Belajar

Dengan fokus pada pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan melalui proyek, penilaian hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Ini tercermin dalam peningkatan nilai, kualitas tugas, atau proyek akhir.

l)      Peningkatan Keterkaitan Kurikulum

Implementasi pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan keterkaitan antara materi pelajaran dengan komponen kurikulum, membuat pembelajaran lebih terintegrasi dan kontekstual.

Penting untuk dicatat bahwa hasil ini dapat bervariasi dan bergantung pada berbagai faktor, termasuk desain proyek, dukungan guru, lingkungan pembelajaran, dan respons peserta didik. Oleh karena itu, evaluasi berkala dan umpan balik dari peserta didik dan staf pendidikan perlu dilakukan untuk terus meningkatkan efektivitas strategi pembelajaran berbasis proyek.

 

9.       Bagaimana respon siswa terkait strategi yang menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Adapun respon Peserta didik terkaid strategi yang menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi sangat positif, motivasi Peserta didik dalam pembelajaran tersebut meningkat.

 

10.    Apa yang menjadi faktor keberhasilan dari strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

Keberhasilan strategi menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci. Berikut adalah faktor-faktor tersebut:

a)     Desain Proyek yang Relevan dan Menarik

Proyek-proyek harus dirancang dengan cermat, relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, dan menarik bagi mereka. Proyek yang memiliki keterkaitan langsung dengan materi peluang kejadian majemuk dan situasi dunia nyata akan lebih memotivasi peserta didik.

b)     Tujuan Pembelajaran yang Jelas

Tujuan pembelajaran harus didefinisikan dengan jelas. Peserta didik perlu memahami mengapa mereka melakukan proyek, apa yang diharapkan untuk mereka capai, dan bagaimana proyek tersebut berkaitan dengan pembelajaran materi peluang kejadian majemuk.

 

 

 

c)     Keterlibatan Pendidik sebagai Fasilitator

Peran Pendidik sebagai fasilitator sangat penting. Pendidik harus mendukung peserta didik dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek, sambil memberikan bimbingan dan arahan yang diperlukan.

d)     Kolaborasi dan Kerja Tim

Memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk bekerja dalam kelompok atau tim dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan. Kolaborasi memungkinkan mereka belajar satu sama lain, berbagi ide, dan mengembangkan keterampilan sosial.

e)     Ruang Kreasi dan Kreativitas

Memberikan ruang untuk kreativitas dapat mendorong siswa untuk berpikir lebih luas dan lebih kreatif dalam menyelesaikan proyek. Proyek yang memungkinkan eksplorasi ide dan solusi alternatif dapat memicu kreativitas.

f)      Dukungan Sumber Daya yang Memadai

Menyediakan sumber daya yang diperlukan, baik itu bahan proyek, teknologi, atau literatur, dapat memastikan bahwa peserta didik memiliki akses ke alat dan informasi yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan proyek dengan baik.

g)     Evaluasi Formatif dan Umpan Balik

Memberikan evaluasi formatif dan umpan balik secara teratur selama proses proyek dapat membantu peserta didik memahami kemajuan mereka, mendeteksi potensi masalah, dan melakukan perbaikan jika diperlukan. Ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan motivasi.

h)     Relevansi dengan Kehidupan Nyata

Memastikan bahwa proyek-proyek menciptakan keterkaitan langsung dengan kehidupan nyata peserta didik dapat meningkatkan motivasi dan kepentingan mereka. Relevansi ini dapat memberikan makna yang lebih besar pada pembelajaran.

i)      Pembelajaran Berbasis Masalah

Menyusun proyek sebagai tantangan atau masalah yang harus dipecahkan dapat meningkatkan motivasi siswa. Mereka dapat melihat proyek sebagai kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan mereka untuk menyelesaikan masalah konkret.

j)      Dukungan Orang Tua dan Masyarakat

Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan dukungan tambahan. Dukungan ini dapat mencakup penyediaan sumber daya, mendukung proyek di rumah, atau memberikan pemahaman positif terhadap inisiatif pembelajaran.

k)     Fleksibilitas dalam Proses Pembelajaran

Fleksibilitas dalam pendekatan pembelajaran memungkinkan adaptasi terhadap kebutuhan peserta didik. Guru perlu dapat merespons dinamika kelas dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai dengan perkembangan proyek.

l)      Penghargaan dan Pengakuan

Memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap prestasi peserta didik dalam proyek dapat meningkatkan motivasi. Hal ini dapat mencakup publikasi hasil proyek, penghargaan di kelas, atau pengakuan di tingkat sekolah.

m)   Pengelolaan Waktu yang Efektif

Perencanaan waktu dengan baik adalah kunci untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa merusak jadwal pembelajaran. Pengelolaan waktu yang efektif dapat membantu menghindari kelebihan beban atau keterlambatan.

n)     Penilaian yang Adil dan Berbasis Kinerja

Metode penilaian yang adil dan berbasis kinerja, seperti rubrik penilaian yang jelas, dapat memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian siswa dalam proyek. Ini membantu mendorong fokus pada proses pembelajaran dan pencapaian.

Dengan memperhatikan faktor-faktor ini dan memastikan implementasi yang tepat, strategi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk dapat berhasil meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi.

 

4.     KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari menerapkan inovasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) pada materi peluang kejadian majemuk untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas X fase E1 SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, dapat dirangkum sebagai berikut:

a.      Peningkatan Motivasi Belajar

Implementasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk secara positif mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Proyek-proyek yang relevan dan menarik memberikan konteks nyata yang mendorong partisipasi dan keterlibatan aktif peserta didik.

b.     Pengembangan Keterampilan Praktis

Melalui proyek-proyek, peserta didik dapat mengembangkan keterampilan praktis seperti pemecahan masalah, pemikiran kreatif, dan keterampilan sosial. Ini tidak hanya mendukung pemahaman konsep, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

c.      Kolaborasi dan Kerja Tim:

Pembelajaran berbasis proyek mendorong kolaborasi dan kerja tim di antara peserta didik. Kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan berkolaborasi menjadi keterampilan yang berkembang melalui interaksi dalam mengerjakan proyek.

d.     Keterkaitan Materi dengan Dunia Nyata

Proyek-proyek yang dirancang dengan baik memberikan keterkaitan langsung antara materi peluang kejadian majemuk dan situasi dunia nyata. Ini membantu peserta didik melihat relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari mereka.

e.      Pemahaman Konsep yang Mendalam

Melalui penerapan konsep dalam proyek-proyek, peserta didik dapat mencapai pemahaman konsep yang lebih mendalam. Praktik langsung dengan materi pelajaran dapat memperkuat pemahaman mereka.

f.      Peningkatan Kreativitas dan Inovasi

Pembelajaran berbasis proyek merangsang kreativitas dan inovasi peserta didik. Mereka diberi kebebasan untuk mengeksplorasi ide kreatif dalam memecahkan masalah, meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka.

g.     Peningkatan Rasa Tanggung Jawab dan Kemandirian Belajar

Peserta didik merespons positif terhadap tanggung jawab yang diberikan pada mereka dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek. Hal ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan kemandirian belajar mereka.

h.     Pengalaman Belajar yang Berkesan

Pengalaman belajar melalui proyek-proyek yang praktis menciptakan kenangan positif dan berkesan bagi peserta didik. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang menciptakan ikatan emosional dengan materi pelajaran.

i.       Penerimaan Positif dari Siswa

Umpan balik dari peserta didik menunjukkan penerimaan positif terhadap strategi pembelajaran berbasis proyek. Respon positif ini dapat mencakup antusiasme, kepuasan, dan rasa keberhasilan dalam menyelesaikan proyek.

j.       Dukungan dari Guru sebagai Fasilitator

Peran guru sebagai fasilitator memberikan dukungan yang penting dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Guru yang mendukung dan membimbing peserta didik dapat menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi.

k.     Keterlibatan Orang Tua dan Masyarakat

Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan dukungan tambahan dan memperkuat ikatan antara sekolah, rumah, dan masyarakat.

l.       Peningkatan Penilaian dan Pencapaian

Hasil pembelajaran berbasis proyek dapat tercermin dalam peningkatan penilaian dan pencapaian peserta didik. Fokus pada pemahaman konsep dan pengembangan keterampilan dapat menciptakan hasil pembelajaran yang lebih baik.

Dengan mengintegrasikan inovasi pembelajaran berbasis proyek pada materi peluang kejadian majemuk, SMA Negeri 7 Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, memiliki potensi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi dan memberdayakan peserta didik. Evaluasi terus-menerus dan umpan balik dapat membantu mengidentifikasi area perbaikan dan meningkatkan efektivitas strategi pembelajaran.

 

 

5.     DAFTAR PUSTAKA

a.      Yoki Ariyana, MT. Widyaiswara PPPPTK IPA Bandung Dr. Ari Pudjiastuti M.Pd. Widyaiswara PPPPTK PKn IPS Kota Batu Reisky Bestary, M.Pd. Widyaiswara LPMP Provinsi Riau Prof. Dr. Zamroni, Ph.D Universitas Negeri Yogyakarta (2018). Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b.     Ujang Suparman, M.A., Ph.D (2021). Bagaimana Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (Hots) Peserta Didik. Bandarlampung. Pustaka Media

c.      JOTE Volume 2 Nomor 1 Tahun 2020 Halaman 18–24 Journal On Teacher Education Research & Learning In Faculty Of Education Strategi Peningkatan Motivasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di Kelas, Vani Rahmayani 1 Dan Rizki Amalia2 Program Studi Pendidikan Matematika, Tarbiyah, Universitas Islam Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru1 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Bangkinang2

Alamat Web : https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jote/article/view/901

d.     Simposium Nasional Ilmiah Dengan Tema: (Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah Melalui Hasil Riset Dan Pengabdian Kepada Masyarakat), 7 November 2019, Hal: 62-69 ISBN: 978-623-90151-7-6 DOI: 10.30998/Simponi.V0i0.293 62 Hambatan Dalam Pembelajaran Matematika, Farah Indrawati Universitas Indraprasta PGRI.

Alamat Web : https://www.proceeding.unindra.ac.id/index.php/simponi/article/view/293/362

e.      JHM, Vol. 2, No. 1, pp. 1 - 11, April 2019 JOURNAL OF HONAI MATH  p-ISSN: 2615-2185 Hubungan Sikap Belajar Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMPN 6 Langke Rembong Frederik D.E Jemudin 1 , Alberta P. Makur2 , Ferdinandus A. Ali3 STKIP Santu Paulus, Jl. Ahmad Yani no 10, Ruteng, 86511, Indonesia 1,2,3

Alamat Web : https://journalfkipunipa.org/index.php/jhm/article/view/53

f.      Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Minat Belajar Dan Hasil  Belajar Matematika Peserta Didik, Ni Wayan Sunita, Eka Mahendra, Eka Lesdyantari

Alamat Web : https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/widyadari/article/view/372

g.     Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Model Project Based Learning Fadhilah Khairani Email: fadhilahkhairani190@gmail.com Universitas Jambi

Alamat Web : https://conference.upgris.ac.id/index.php/snk/article/view/3027

h.     JPPM Vol. 11 No. 1 (2018). Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Self-Efficacy Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau Dari Kemampuan Awal Matematika Siswa Sma. Muhammad Faruq Masri,  Suyono, Pinta Deniyanti. Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Alamat Web: https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/JPPM/article/view/2990

i.       Best Practices, Lukman Nulhakim, S.Pd. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Project Based Learning Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi, Dan Dampak) Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Teks Eksposisi

Alamat Web: https://files1.simpkb.id/guruberbagi/rpp/317180-1670043356.pdf

j.       Jurnal Riset Teknologi dan InovasiPendidikan p-ISSN: 2622-4763| e-ISSN: 2622-2159| Vol.2No. 1(Januari) 2019, Hal.102-112. Penerapan Project Based Learning untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika. Dyana Indri Hapsari1, Gamaliel Septian Airlanda2, Susiani3

Alamat Web: https://www.journal.rekarta.co.id/index.php/jartika/article/view/271

k.     Vindiasari Yunizha.(2023) Project Based Learning, Pembelajaran yang Menghasilkan Solusi Terbaik.

Alamat Web: https://www.ruangkerja.id/blog/project-based-learning-adalah

 

 

 

      “LAPORAN BEST PRACTICE”   MENYUSUN CERITA PRAKTIK BAIK (BEST PRACTICE) MENGGUNAKAN METODE  STAR (SITUASI, TANTANGAN, AKSI, REF...